Jangan Sampai Terlambat, Kenali Gejala Sakit Jantung Berikut Ini!

Gagal jantung terjadi ketika jantung tidak bisa memompa darah dengan efektif. Akibatnya, organ-organ tubuh tidak mendapatkan sirkulasi darah secara cukup. Terdapat beberapa hal yang bisa menandakan gagal ginjal, yakni:

  1. Mudah Merasa Lelah

Banyak orang yang menganggap remeh rasa lelah. Padahal, hal ini bisa menandakan gejala gagal jantung. Untuk indikasi awal, cobalah mengurangi jam kerja kita. Apabila masih merasa lelah, segeralah periksakan diri ke dokter.

  1. Cemas

Penderita gagal jantung akan merasa cemas dan takut. Rasa cemas tersebut muncul lebih intens dibandingkan biasanya.

  1. Nyeri pada bagian Dada

Nyeri dada merupakan gejala paling umum yang menandakan gagal jantung. Oleh karena itu, gejala ini harus diwaspadai.

  1. Batuk Darah

Batuk yang disertai darah bisa menjadi tanda gagal jantung. Sebab, penderita gagal jantung akan memiliki cairan berlebih di paru-paru.

  1. Sulit Tidur

Seseorang yang terkena gagal jantung akan kesulitan untuk tertidur.

  1. Pusing dan Pingsan

Gejala lainnya yang perlu diwaspadai sebagai gagal jantung ialah rasa pusing. Tidak jarang, rasa pusing juga akan berujung pada hilangnya kesadaran. Hal ini dikarenakan jantung tidak berdenyut secara normal. Selain itu, bisa disebabkan juga oleh aliran darah yang tidak berjalan optimal.

  1. Sesak Nafas

Seperti nyeri dada, sesak nafas bisa muncul ketika seseorang mengalami gagal jantung. Hal ini dikarenakan ada cairan yang masuk ke rongga udara pada paru-paru.

 

Pathway Gagal Jantung: Tingkat Diagnosa Gagal Jantung

Apabila sudah mengalami gejala-gejala sakit jantung, seseorang harus segera menemui dokter. Jika terlambat, kondisi jantung bisa memburuk dan berujung pada gagal jantung. Apabila seseorang diduga mengalami gagal jantung, tim medis akan melakukan analisa berdasarkan pathway gagal jantung.

Pathaway gagal jantung terdiri atas 4 tingkat. Tingkat pertama ialah ketika pasien bisa melakukan aktivitas berat tanpa keluhan. Sementara pada tingkat kedua, pasien tidak dapat melakukan aktivitas berat namun bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Pada tingkat ketiga, pasien memiliki keluhan saat beraktivitas sehari-hari. Pada tingkat keempat pasien tidak sama sekali bisa melakukan apapun dan hanya berbaring.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*