Politik Balas Budi Dalam Era Penjajahan Belanda

Politik Balas Budi Dalam Era Penjajahan Belanda – Dalam sejarah era kolonial bangsa ini, kita bisa melihat bagaimana pada awalnya Hindia Belanda ini banyak dikelola oleh masyarakat kelas 2 dari Belanda, dan umumnya mereka adalah jomblo kere yang tidak laku lagi tidak diminati oleh para noni Belanda. Karenanya, mereka melihat Hindia Belanda sebagai tanah harapan, dan mereka pun datang ke sini. Di Hindia Belanda, mereka bisa jadi kapten atau mandor perkebunan. Keren kan?

Untuk memenuhi kebutuhan biologis selangkangannya, mereka mengambil nyai-nyai dari bumi putera, yang kemudian melahirkan anak-anak kolong yang sering menjadi bahan ejekan anak-anak pribumi alias bumi putera. Namun, status anak kolong di masa kini telah berubah, dari “percampuran belang yang aneh” menjadi “perbaikan keturunan”, sehingga, pada suatu masa, kita pernah melihat trend menikah dengan bule marak di kalangan selebritis tanah air kita.

Politik Balas Budi Dalam Era Penjajahan Belanda

Karena para jomblo kere ini berasal dari masyarakat kelas 2 di Belanda, mereka cenderung kejam, bengis dan tegaan dalam menjajah. Silakan baca sendiri sejarah bagaimana ‘sungguh teganya dirimu, teganya, teganya, teganya, teganya, teganya, teganya, teganya…” masa pejajahan mereka. Lalu, terjadilah kemenangan kalangan intelektual di Negeri Kincir Angin sana. Para intelektual tersebut memperoleh kemenangan suara di parlemen Londo, dan mereka berkuasa membuat ke(tidak)bijakan ini itu atas Hindia Belanda.

Namanya juga intelektual. Ada tabiat yang hampir selalu menetap di kalangan ini, dari dulu, dari zaman Fir‘aun masih jadi cover boy dan mungkin sampai nanti, di masa Donald Trump jadi pemuka agama, yaitu cenderung humanis. Mereka pun menyindir: “Eh, kite-kite ini ngejajah melulu ya, tapi kagak pernah ‘say tengkyu’ gitu sama para bumi putera itu. Padahal, kalau kite lihat sekeliling kite, ini negeri bisa makmur begini kan karena kite meresin tanah harapan bernama Hindia Belanda ntu tuh.”

Maka, dimulailah Politik Balas Budi atau Politik Terima Kasih atau Politik Pintu Terbuka. Belanda pun membuka pendidikan umum buat Bumi Putera. Maka, bukan cuma pesantren yang tersedia buat bumi putera kalau mau belajar, tapi juga sekolah umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*